HUKUM NEWTON 1

Rabu, 03 Desember 2014

Contoh-contoh Hukum Newton 1 yang disertai gambar


1. Baterai diatas kertas yang ditarik dengan cepat


2. Mobil yang mengerem mendadak


3. Uang kertas yang berada antara 2 buah botol, kemudian ditarik dengan cepat
4. Uang koin yang berada di atas kertas,


kemudian uang ditarik dengan cepat, sehingga koin masuk kedalam gelas


5. Uang koin yang ada di plastik. kemudian koin ditarik dengan cepat sehingga koin masih berada di       telapak tagan






CONTOH HUKUM NEWTON 1




1. Pengemudi dan penumpang terdorong ke depan saat kendaraannya        direm dgn tiba-tiba.

What happen?Pengemudi (juga penumpangnya) bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan mobil yg ditumpanginya. Jika mobil di rem dgn tiba-tiba (diubah keadaan geraknya) maka pengemudi dan penumpang (sbg benda) malas merubah geraknya (krn bersifat lembam), maunya tetap bergerak dgn kecepatan semula. Akibatnya mereka terdorong ke depan (seolah maunya bergerak terus ke depan padahal mobil direm!).


2. Ketika karton digerakkan dgn cepat (dgn tiba-tiba) dgn cara “dislentik” dgn jari, maka benda di atasnya (koin) tetap diam tidak ikut  bergerak bersama karton (akibatnya koin jatuh ke dalam gelas). Dalam hal ini, koin yg awalnya diam di atas karton,  “malas” merubah keadaan geraknya saat karton tiba-tiba bergerak.

coin tumbler experiment showing property of inertia
coin tumbler experiment showing flick of cardboard makes coin fall inside the tumbler

Koin itu, dan juga pengemudi & penumpang tadi,  dikatakan “cenderung mempertahankan keadaan geraknya”. Itu karena sifat “lembam” atau sifat “malas” atau sifat “inersia” dari benda (tubuh manusia juga benda, kan).


3. Air yg terciprat dari roda sepeda/ motor ke arah     belakang saat melewati            jalan yg basah berair.




4. Tubuh kita seolah terdorong ke luar tikungan saat mobil yg kita      naiki berbelok di tikungan; mobil menikung ke kiri, tubuh kita      terdorong ke kanan. Mobil menikung ke kanan, tubuh kita terdorong    ke kiri.


Semua benda yg bergerak menlingkar mengalami hal seperti ini, termasuk bulan dan satelit-satelit lainnya saat bergerak mengelilingi bumi.


5. Jika benang bawah ditarik ke bawah dgn cepat maka benang yg bawah    yg akan putus, shg balok tidak jatuh.


kelembaman

GERAK MELINGKAR BERATURAN

GERAK MELINGKAR BERATURAN

Gerak melingkar beraturan (GMB) merupakan gerak benda yang bergerak yang lintasannya berupa lingkaran, kelajuan lingkaran, kelajuan benda tetap dan arah bendanya tetap dan arah kecepatannya berubah-ubah.

GERAK MELINGKAR adalah gearak suatu benda yang bentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokka-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah at=rah gerak agar menempuh lintasan bentuk lingkaran.

CONTOH GMB DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI :

1.PERMAINAN ROLLER COASTER



2.RODA BERPUTAR SAAT DIJALANKAN



3.PLANET MENGITARI MATAHARI



4.PERMAINAN KOMEDI PUTAR



5.GERAKAN JARUM JAM

Contoh-contoh hukum newton II

Kamis, 20 November 2014

Contoh-contoh hukum newton II

A. Gaya tarikan

1) Dodi sedang menimba air disumur















2) Sapi terjatuh ke sumur sehingga harus menarik nya untuk dapat naik keatas




3) Yanto menarik gerobak berwarna putih



4) Ali dan Bagus sedang bermain tarik tambang



5) arjuna sedang bermain panah



B. Gaya Dorongan

1) Rosyi menaruh di meja, sehingga harus mendorong nya



2) mobil pak Ibnu mogok, sehingga ia harus mendorong nya



3) indra sedang menendang bolaa



4) Betaa sedang memainkan bola basket



5) motor pak Haby mogok, sehingga ia harus mendorongnya



C. Kombinasi gaya tarik dan dorong
1) mamang-mamang bakso sedang mengeluarkan gerobak dari dalam rumahnya



2) Budi dan toto sedang memindahkan lemari

Sabtu, 08 November 2014

1.mobil pada jalan tol

Notasi ilmiah

Senin, 03 November 2014

 Notasi ilmiah


Notasi ilmiah atau notasi baku merupakan penulisan bilangan dalam bentuk bilangan sepuluh berpangkat. Penggunaan notasi ilmiah ini bertujuan untuk mempermudah penulisan bilangan yang besar. Dalam notasi ilmiah, angka-angka hasil pengukuran dinyatakan dengan bilangan di antara 1 dan 10 dikalikan dengan bilangan 10 berpangkat.

Aturan penulisan hasil pengukuran dengan notasi ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Pindahkan koma desimal sampai hanya tersisa satu angka di kiri.
b. Hitunglah banyaknya angka yang dilewati koma desimal dan gunakan angka tersebut sebagai pangkat dan 10.

Aturan Penulisan NOTASI ILMIAH Lainnya...
 
Jika bilangan tersebut sangat besar, maka yang harus kita lakukan adalah menghitung jumlah digit pada bilangan yang sangat besar tersebut, kemudian kita kurangi 1 dan hasilnya kita tuliskan sebagai n. dan bilangan a diperoleh dari bilangan yang sangat besar tersebut kita ambil digit depannya dan kita beri koma disamping digit terdepan. Misalnya menuliskan bilangan 14240000000000000000 dalam bentuk baku.
 
Kita hitung jumlah digit yang ada pada bilangan tersebut. kita dapatkan ada 20 digit. Sehingga kita tuliskan n = 19. Dan a adalah angka depannya yang diberi tanda koma. Yaitu 1,424. Sehingga, bentuk bakunya kita dapatkan
 
14240000000000000000 = 1,424 x 1019.
 
Contoh yang lainnya :
 
87120000000 = 8,712 x 1010.
90000000000000000 = 9 x 1016.
453000000000000 = 4,53 x 1014.
536500000000000 = 5,365 x 1014.
10230000000000 = 1,023 x 1013.
 
Jika bilangan tersebut sangat kecil (diantara 0 dan 1 atau diantara -1 dan 0), maka yang harus kita lakukan adalah menggeser tanda koma ke kanan sampai pada bilangan bukan nol yang terdekat. Banyaknya pergeseran adalah sama dengan n dikalikan dengan negative 1. Langsung saja perhatikan contoh berikut ini :
 
0,0000025 = a x 10n
 
Pertama, kita geser tanda koma tersebut kea rah kanan sampai bertemu dengan angka tak nol yang terdekat.
 
0,0000025   (angka semula)
00,000025   (pergeseran pertama)
000,00025   (pergeseran kedua)
0000,0025   (pergeseran ketiga)
00000,025   (pergeseran keempat)
000000,25   (pergeseran kelima)
0000002,5   (pergeseran keenam)
 
Sehingga didapatkan n = -6. Dan a = 2,5. Dalam bentuk baku dapat dituliskan 2,5 x 10-6.
 
Contoh yang lain :
 
0,0301 = 3,01 x 10-2
0,000000102 = 1,02 x 10-7
0,009279 = 9,279x 10-3
0,0000000000012 = 1,2 x 10-12


Penulisan dengan notasi ilmiah atau notasi baku mempunyai kegunaan sebagai berikut:
a. Mempermudah dalam menentukan banyaknya angka penting yang terdapat pada hasil pengukuran.
b. Mempermudah dalam menentukan orde besaran yang diukur.
c. Mempermudah dalam melaksanakan perhitungan aljabar.

Dalam menentukan hasil pengukuran, harus dihindari terjadinya kesalahan paralaks. Kesalahan paralaks yaitu kesalahan baca yang terjadi akibat kurang tepatnya mata dalam melihat alat ukur. Dengan terhindarnya kesalahan, dapat menjamin ketelitian hasil pengamatan. Ketelitian didefinisikan sebagai ukuran ketepatan yang dapat dihasilkan dalam suatu pengukuran. Ketelitian pengukuran tergantung pada alat ukur yang digunakan. Alat ukur yang baik yaitu alat yang memiliki kesalahan mutlak yang kecil. Kesalahan mutlak yaitu kesalahan terbesar yang mungkin timbul dalam pengukuran. Misalnya, mistar berskala mm memiliki kesalahan mutlak pengukuran 0,1 mm. Contoh ketelitian alat ukur misalnya mistar 0,1; jangka sorong 0,01; mikrometer sekrup 0,001.
Terimakasih Kunjungannya...
FbTwitter