Notasi ilmiah
Notasi ilmiah atau notasi baku
merupakan penulisan bilangan dalam bentuk bilangan sepuluh berpangkat.
Penggunaan notasi ilmiah ini bertujuan untuk mempermudah penulisan bilangan
yang besar. Dalam notasi ilmiah, angka-angka hasil pengukuran dinyatakan dengan
bilangan di antara 1 dan 10 dikalikan dengan bilangan 10 berpangkat.
Aturan penulisan hasil pengukuran dengan notasi ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Pindahkan koma desimal sampai hanya tersisa satu angka di kiri.
b. Hitunglah banyaknya angka yang dilewati koma desimal dan gunakan angka
tersebut sebagai pangkat dan 10.
Aturan Penulisan NOTASI ILMIAH Lainnya...
Jika bilangan tersebut sangat besar, maka yang harus kita lakukan adalah
menghitung jumlah digit pada bilangan yang sangat besar tersebut,
kemudian kita kurangi 1 dan hasilnya kita tuliskan sebagai n. dan
bilangan a diperoleh dari bilangan yang sangat besar tersebut kita ambil
digit depannya dan kita beri koma disamping digit terdepan. Misalnya
menuliskan bilangan 14240000000000000000 dalam bentuk baku.
Kita hitung jumlah digit yang ada pada bilangan tersebut. kita
dapatkan ada 20 digit. Sehingga kita tuliskan n = 19. Dan a adalah angka
depannya yang diberi tanda koma. Yaitu 1,424. Sehingga, bentuk bakunya
kita dapatkan
14240000000000000000 = 1,424 x 1019.
Contoh yang lainnya :
87120000000 = 8,712 x 1010.
90000000000000000 = 9 x 1016.
453000000000000 = 4,53 x 1014.
536500000000000 = 5,365 x 1014.
10230000000000 = 1,023 x 1013.
Jika bilangan tersebut sangat kecil (diantara 0 dan 1 atau diantara -1 dan 0), maka yang harus kita lakukan adalah menggeser
tanda koma ke kanan sampai pada bilangan bukan nol yang terdekat.
Banyaknya pergeseran adalah sama dengan n dikalikan dengan negative 1.
Langsung saja perhatikan contoh berikut ini :
0,0000025 = a x 10
n
Pertama, kita geser tanda koma tersebut kea rah kanan sampai bertemu dengan angka tak nol yang terdekat.
0,0000025 (angka semula)
00,000025 (pergeseran pertama)
000,00025 (pergeseran kedua)
0000,0025 (pergeseran ketiga)
00000,025 (pergeseran keempat)
000000,25 (pergeseran kelima)
0000002,5 (pergeseran keenam)
Sehingga didapatkan n = -6. Dan a = 2,5. Dalam bentuk baku dapat dituliskan 2,5 x 10
-6.
Contoh yang lain :
0,0301 = 3,01 x 10-2
0,000000102 = 1,02 x 10-7
0,009279 = 9,279x 10-3
0,0000000000012 = 1,2 x 10-12
Penulisan dengan notasi ilmiah atau notasi baku mempunyai kegunaan sebagai
berikut:
a. Mempermudah dalam menentukan banyaknya angka penting yang terdapat pada
hasil pengukuran.
b. Mempermudah dalam menentukan orde besaran yang diukur.
c. Mempermudah dalam melaksanakan perhitungan aljabar.
Dalam menentukan hasil pengukuran, harus dihindari terjadinya kesalahan
paralaks. Kesalahan paralaks yaitu kesalahan baca yang terjadi akibat kurang tepatnya
mata dalam melihat alat ukur. Dengan terhindarnya kesalahan, dapat menjamin
ketelitian hasil pengamatan. Ketelitian didefinisikan sebagai ukuran ketepatan
yang dapat dihasilkan dalam suatu pengukuran. Ketelitian pengukuran tergantung
pada alat ukur yang digunakan. Alat ukur yang baik yaitu alat yang memiliki
kesalahan mutlak yang kecil. Kesalahan mutlak yaitu kesalahan terbesar yang
mungkin timbul dalam pengukuran. Misalnya, mistar berskala mm memiliki
kesalahan mutlak pengukuran 0,1 mm. Contoh ketelitian alat ukur misalnya mistar
0,1; jangka sorong 0,01; mikrometer sekrup 0,001.
Terimakasih Kunjungannya...